Translator

Monday, November 16, 2015

Mengenai Illegal Content

Illegal content ilustrasi

TK3A.BLOGSPOT.COM, Illegal content merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain.

Hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya. Illegal content menurut pengertian diatas dapat disederhanakan pengertiannya menjadi: kegiatan menyebarkan (mengunggah, menulis) hal yang salah atau diarang atau dapat merugikan orang lain. Berikut yang termasuk dalam illegal content:


Pelanggaran Hak Cipta (Cyberpiracy)

Cyberpiracy merupakan penggunaan teknologi komputer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu menditribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi komputer, bisa dibilang sebagai pembajakan software secara ilegal.

Open source : aplikasi tau sistem opersi yang didapatkan secara gratis dan source codenya terbuka serta dapat di kembangkan

Freeware : aplikasi/sistem operasi yang dapat di peroleh secara gratis serta dapat di publikasikan secara bebas tetapi source code-nya tertutup dan tidak dapat kembangkan secara bebas.

Premium : aplikasi/sistem operasi yang source code-nya tertutup serta tidak dapat di dikembangkan secara bebas dan dikenakan biaya tertentu untuk membeli lisensi dari aplikasi/ operasi system tersebut.

Penyebaran Berita Bohong dan Penghasutan Melalui Internet

Dengan mudahnya dan berkembangnya teknologi secara pesat menjadikan teknologi sebagai sumber informasi dan salah satu sarana media favorit dalam pertukaran data, dengan mudahnya informasi yang diperoleh menjadikan internet sebagai bumerang karena tidak sedikit dari informasi yang beredar adalah berita bohong atau yang lebih dikenal yaitu Hoax. Dengan seringnya berita bohong atau hoax tersebut yang marak beredar secara mudah dalam media sosial, berita online dll. Menjadikan media internet sebagai wadah atau tempat profokasi atau penghasutan isu-isu yang tidak benar dan sangat merugikan.

Pasal 28 Ayat 1 berbunyi : “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”.

Pasal 28 Ayat 2 yaitu : “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA)”.

Penghinaan dan Atau Pencemaran Nama Baik Di Internet

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa manusia telah ditakdirkan menjadi makhluk sosial dan internet serta media sosial sebagai tempat/wadah untuk bersosialisai antar sesama manusia modern abad ke-21. Tetapi akhir-akir ini kita sering mendapatkan penyalah gunaan internet dan media sosial yang sering terjadi dikalangan pengguna internet itu sendiri, mulai dari penginaan, pencemaran dan bahkan bullying. Selain menjadi penyakit sosial ditengah masyarakat penyalah gunaan internet tersebut dapat mengancam kestabilitas persatuan bangsa.

Penghinaan dan pencemaran nama baik di internet adalah salah satu sisi negatif teknologi internet, dengan semakin meningkatnya penggunaan internet atau media sosial tetapi tidak di imbangi dengan attitude dan pengawasan yang tidak ketat dalam penerapannya, menjadikan internet dan media sosial sebagai sumber bencana untuk penggunanya sendiri. Oleh karena itu pemerintah sebagai otoritas yang bertanggung jawab terhadap masalah tersebut telah mengaturnya dalam undang-undang sebagai berikut:

Pasal 27 ayat 3 UU ITE, berbunyi : “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan /atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. 

Image Source : dw.com

Download Materi :